Banjir merupakan hal yang lumrah terjadi di
negeri Belanda. Dahulu, tiada abad berlalu tanpa bencana ini. Tercatat ada
sekitar 111 bencana banjir di antara tahun 1000—1953, baik skala kecil maupun
besar. Banjir terparah di tahun 1953 yang memakan korban lebih dari 1800 jiwa.
Ribuan rumah warga, lahan pertanian, puluhan sapi dan ternak tenggelam. Diperparah juga dengan pecahnya
bendungan di Provinsi Zeeland, West Brabant dan pulau-pulau di sekitar Zuid
Holland. Akibatnya sekitar 72.000 orang kehilangan tempat tinggal dan banjir di
200.000 hektar lahan.
Meskipun
mengalami kejadian tragis dan luka yang mendalam, namun tidak membuat Belanda
menjadi lemah. Mega proyek Deltaworks tercipta dengan proses yang cukup lama
hingga 30 tahun. Deltaworks merupakan sistem pertahanan banjir sepanjang Laut
Utara yang terdiri dari 13 bendungan raksasa. Investasi dana cukup banyak
dilakukan terutama untuk teknologi dan inovasi-inovasi baru penanganan banjir
di masa mendatang. Konstruksi bendungan
ini paling rumit dan bahkan masuk ke dalam 7
wonders of the modern world. Keunggulan Deltaworks yaitu visioner concepts yang fokus kepada
daerah-daerah potensi banjir di masa mendatang. Konsep ini dinamakan Delta
Norm. Analisis statistika digunakan untuk prediksi besar kerusakan properti, lost production, dan juga jumlah korban
jiwa.
Pengalaman dan
keunggulan Belanda dalam penaklukan air tidak dapat disamakan dengan negara
manapun. Bahkan negara adidaya, Amerika Serikat pun meminta Belanda
rekonstruksi New Orleans setelah hancur akibat air dari serangan badai katrina.
Megaproyek Dubai berupa kepulauan buatan yang spektakuler, Palm Jumeirah, juga melibatkan Belanda dalam pengerjaannya.
Pulau hasil sulapan dari pembendungan Laut Persia menggandeng perusahaan Van
Oord, Belanda dalam supporting
teknologinya.
Skema isu global warming dengan naiknya permukaan
air laut, membuat Komisi Delta merencanakan perbaikan Deltaworks untuk
perlindungan Belanda minimal hingga tahun 2100. Sebutlah daerah Maasbommel
dengan pembangunan 32 rumah amfibi dan 14 rumah terapung. Dura Vermeer merupakan perancang rumah
amfibi yang memberikan solusi jenius
bagi naiknya permukaan air laut. Rumah amfibi sebenarnya merupakan rumah
seperti biasa, yang membedakan adalah ketika air di sekitar rumah meningkat,
maka rumah amfibi pun ikut terangkat ke atas, sehingga rumah aman dari luapan
air di sekitarnya.
Lagi-lagi karena air, tercipta juga karya arsitektur “the unsual water artistic”. Pada abad
ke-17, pembangunan benteng dan parit ini ditujukan untuk perlindungan dari invasi
Perancis dan Spanyol. Fort de Roovere dikelilingi oleh parit yang dangkal namun
terlalu dalam untuk disebrangi pejalan kaki dan terlalu dangkal untuk
disebrangi melalui kapal. Sunken
pedestrian bridge ini tetap ada hingga sekarang. Sisi jembatan terbuat dari
kayu keras Accoya yang telah diuji proses modifikasi nontoksik sehingga
mencegah pembusukan jamur dan meningkatkan keawetan kayu. Seni arsitektur ini dapat
dikatakan sebagai bendungan karena dinding jembatan menahan air dan dapat juga sebagai
jembatan Nabi Musa karena ‘membelah’ air, sehingga pejalan kaki dapat berjalan
di antaranya.
Hydrochip merupakan salah satu dari 35 proyek inovasi permasalahan air yang
resmi dari Otoritas Perairan Pemerintah Belanda. Proyek ini merupakan solusi
terdepan bagi konservasi air, perlindungan banjir, kontroling kualitas air, dan
manajemen air di perkotaan. Otoritas ini berinvestasi pada inovasi pemulihan
energi, efisiensi energi, bahan material mentah, dan informasi-informasi serta
bimbingan dalam penanganan air. Proyek ini bekerja sama dengan banyak kotamadya
di Belanda, perusahaan air minum, dengan
target savings €450 sebelum 2020. Kini,
proyek inovasi air ini menjadi hot issue di
Belanda! Sungguh, sektor penanggulangan air di Belanda ini, menjadikannya kuat,
hebat, dan nomor 1 di dunia.
Sumber:






Tidak ada komentar:
Posting Komentar