Minggu, 26 April 2015

Netherland’s Water Conservation: from Giant to Teeny Weepy Action



           Banjir merupakan hal yang lumrah terjadi di negeri Belanda. Dahulu, tiada abad berlalu tanpa bencana ini. Tercatat ada sekitar 111 bencana banjir di antara tahun 1000—1953, baik skala kecil maupun besar. Banjir terparah di tahun 1953 yang memakan korban lebih dari 1800 jiwa. Ribuan rumah warga, lahan pertanian, puluhan sapi dan ternak  tenggelam. Diperparah juga dengan pecahnya bendungan di Provinsi Zeeland, West Brabant dan pulau-pulau di sekitar Zuid Holland. Akibatnya sekitar 72.000 orang kehilangan tempat tinggal dan banjir di 200.000 hektar lahan. 


Meskipun mengalami kejadian tragis dan luka yang mendalam, namun tidak membuat Belanda menjadi lemah. Mega proyek Deltaworks tercipta dengan proses yang cukup lama hingga 30 tahun. Deltaworks merupakan sistem pertahanan banjir sepanjang Laut Utara yang terdiri dari 13 bendungan raksasa. Investasi dana cukup banyak dilakukan terutama untuk teknologi dan inovasi-inovasi baru penanganan banjir di masa mendatang.  Konstruksi bendungan ini paling rumit dan bahkan masuk ke dalam 7 wonders of the modern world. Keunggulan Deltaworks yaitu visioner concepts yang fokus kepada daerah-daerah potensi banjir di masa mendatang. Konsep ini dinamakan Delta Norm. Analisis statistika digunakan untuk prediksi besar kerusakan properti, lost production, dan juga jumlah korban jiwa. 

           Pengalaman dan keunggulan Belanda dalam penaklukan air tidak dapat disamakan dengan negara manapun. Bahkan negara adidaya, Amerika Serikat pun meminta Belanda rekonstruksi New Orleans setelah hancur akibat air dari serangan badai katrina. Megaproyek Dubai berupa kepulauan buatan yang spektakuler, Palm Jumeirah,  juga melibatkan Belanda dalam pengerjaannya. Pulau hasil sulapan dari pembendungan Laut Persia menggandeng perusahaan Van Oord, Belanda dalam supporting teknologinya. 

           Pada mulanya kincir angin di Belanda digunakan untuk memompa air danau hingga kering sehingga “tercipta” daratan. Kini juga difungsikan dalam rangka menjawab tantangan isu global warming. Contohnya kincir angin di Plevoland-Lelystad terus dikembangkan untuk penghasil energi alternatif ramah lingkungan. Pengembangan ini lagi-lagi membuat Belanda mendapat award yaitu masuk ke 10 besar negara pengguna kincir angin untuk menghasilkan tenaga listrik. Sebelumnya penggunaan sekitar 43 kincir angin di Belanda untuk mengatasi banjir, pemanfaatan pertanian dan peternakan telah menghasilkan award tersendiri. Kincir angin di Beemster dan Kinderdijk telah tercatat sebagai World Heritage UNESCO dan menjadi magnet ribuan turis asing tiap tahunnya.

          Skema isu global warming dengan naiknya permukaan air laut, membuat Komisi Delta merencanakan perbaikan Deltaworks untuk perlindungan Belanda minimal hingga tahun 2100. Sebutlah daerah Maasbommel dengan pembangunan 32 rumah amfibi dan 14 rumah  terapung.  Dura Vermeer merupakan perancang rumah amfibi  yang memberikan solusi jenius bagi naiknya permukaan air laut. Rumah amfibi sebenarnya merupakan rumah seperti biasa, yang membedakan adalah ketika air di sekitar rumah meningkat, maka rumah amfibi pun ikut terangkat ke atas, sehingga rumah aman dari luapan air di sekitarnya.


Lagi-lagi karena air, tercipta juga karya arsitektur “the unsual water artistic”.  Pada abad ke-17, pembangunan benteng dan parit ini ditujukan untuk perlindungan dari invasi Perancis dan Spanyol. Fort de Roovere dikelilingi oleh parit yang dangkal namun terlalu dalam untuk disebrangi pejalan kaki dan terlalu dangkal untuk disebrangi melalui kapal. Sunken pedestrian bridge ini tetap ada hingga sekarang. Sisi jembatan terbuat dari kayu keras Accoya yang telah diuji proses modifikasi nontoksik sehingga mencegah pembusukan jamur dan meningkatkan keawetan kayu. Seni arsitektur ini dapat dikatakan sebagai bendungan karena dinding jembatan menahan air dan dapat juga sebagai jembatan Nabi Musa karena ‘membelah’ air, sehingga pejalan kaki dapat berjalan di antaranya.

        Proyek perairan di Belanda berlangsung dari skala super makro berupa bendungan Deltaworks hingga tingkat terkecil DNA berupa pemasangan hydrochip untuk monitoring kualitas air. Maraknya polusi air dan penggunaan pupuk maka berimbas pada sektor pertanian Belanda. Oleh karena itu Otoritas Perairan Pemerintah Belanda melakukan upaya  penjagaan ekologi kualitas air. Hydrochip merupakan perangkat gelas kotak kecil yang berisi profil DNA dari berbagai tipe makhluk hidup mikro, seperti diatom dan alga yang sensitif terhadap perubahan kualitas air. Piringan kecil pada hydrochip akan menyala ketika match antara profil DNA di hydrochip dengan DNA di perairan. Pekerjaan ini lebih ringkas dan menghemat biaya dibandingkan metode lama dengan pengambilan sampel air, kemudian analisis di laboratorium yang akan lebih memakan waktu, mahal, dan membutuhkan spesialisasi kerja. 

Hydrochip merupakan salah satu dari 35 proyek inovasi permasalahan air yang resmi dari Otoritas Perairan Pemerintah Belanda. Proyek ini merupakan solusi terdepan bagi konservasi air, perlindungan banjir, kontroling kualitas air, dan manajemen air di perkotaan. Otoritas ini berinvestasi pada inovasi pemulihan energi, efisiensi energi, bahan material mentah, dan informasi-informasi serta bimbingan dalam penanganan air. Proyek ini bekerja sama dengan banyak kotamadya di Belanda,  perusahaan air minum, dengan target savings €450 sebelum 2020.  Kini, proyek inovasi air ini menjadi hot issue di Belanda! Sungguh, sektor penanggulangan air di Belanda ini, menjadikannya kuat, hebat, dan nomor 1 di dunia.







 
Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar